AV – Sabang: Sebanyak 20 titik (Spot) penyelaman (diving) terbaik yang tersebar di pulau paling ujung barat Indonesia sudah diselami ribuan para penyelam belahan dunia.

“Kita punya 20 titik dive yang tersebar diseluruh Pulau Weh yang sudah diselami ribuan penyelam lokal dan asing dari belahan dunia dan mereka datang langsung dari berbagai negara khusus untuk diving di Sabang,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Disbudpar) Kota Sabang, Zulfi Purnawati, Kamis.

Lokasi menyelam tersebut yakni, bangkai kapal Jerman (Sophie Rickmers), Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Batee Meuduro, Batee Tokong, Batee Gla, Rubiah Utara, Rubiah Seagarden, Pante Peunateung, Pante Seuke, Pante Ideu, Long Angen atau Pantee Gua, Limbo Gapang, Arus Balee, Seulako Drift.

Kemudian, Sumur Tiga, Anoi Itam, Wreck Tugboat, Pulau Rondo, dan mobil karang. “Ini semua sudah diselami oleh penyelam belahan dunia dan hampir saban hari wisatawan asing sangat mudah didapatkan seperti di Pantai Iboih, Gapang, dan Pantai Sumur Tiga,” paparnya.

Ia mengakui, hampir 98 persen objek wisata bahari tersebut terbentuk dengan sendiri dan masih alimi tanpa ada polesan tangan manusia.

“Wisata yang kita jual adalah alam (bahari), di laut kita beragam jenis species ikan mudah didapati terumbu karangnya pun tidak kurang dari 100 jenis,” ujarnya.

Menurut Zulfi, data yang dihimpun dari sejumlah penyedia jasa diving di Iboih, Gapang dan lokasi lainnya para pencinta selam datang langsung dari Asia, Eropa, Afrika dan termasuk Timur Tengah sudah menyelam dilokasi diving-diving di Pulau Weh.

“Banyak wisatawan asing yang berlibur ke Sabang dan mereka dominan paling lama sepekan, ada juga yang berbulan-bulan, malahan ada wisatawan mancanegara (wisman) yang berwisata sampai menikah dengan warga Sabang,” tuturnya.

Zulfi menyatakan, letak Sabang yang strategis diapit dua lintasan tersibuk di dunia yakni, Selat Malaka dan Samudera Hindia menjadikan mudah dikunjugi oleh pelayar-pelayar dunia.

“Sejak tahun 1920-an Sabang sudan dikunjugi oleh kapal layar belahan dunia, artinya Sabang sudah dikunjugi oleh wisatawan asing sejak zaman dulu,” katanya.

Muslim yang berprofesi sehari-hari sebagai penyedia jasa diving di Iboih, Sabang juga mengakui, sudah sangat sering memandu wisatawan Eropa dan Asia.

“Ya wisatawannya ada dari Malaysia, Australia, Swiss, Jerman, Portugal, Spanyol, Amerika, dan ada beberapa wisatawan negara lainnya datang ke Sabang khusus untuk menikmati keindahan pantai Pulau Weh dan Diving,” kata pemandu diving itu.

Muslim menambahkan, pihaknya tidak hanya menyediakan semua perlengkapan menyelam, namun bagi pemula yang bisa dilatih sampai mengantogi sertifikat penyelaman.

“Kita juga bisa membimbing diving pemula sampai mengantogi sertifikat, sertifikat diving yang kita keluarkan kelas Internasional,” kata pengelola scuba diving di Iboih, Sabang.

Ia berharap, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat serius mengelola industri pariwisata yang ada di pulau paling ujung barat Indonesia dan untuk mengegola semua ini secara profesional tidak dibutuhkan banyak biaya.

“Wisatawan dipastikan akan kembali berkunjung jika ia memperoleh kenyaman, keamanan dan kepuasan. Untuk mewujudkan ini semua pemerintah harus merangkul semua pelaku usaha pariwisata untuk mengsingkronisasikan semua bentuk pengembagan pariwisata agar searah dan sejalan,” ujarnya. (antaranews.com)

BAGIKAN