AV – Banda Aceh: Pemerintah diminta tidak hanya terpaku pada angka untuk melihat perkembangan dan kemajuan pembangungan regional di wilayah Indonesia. Hal ini dituju bukan hanya kepada pemerintah pusat tapi juga kepada pemerintah daerah.

“Jadi untuk melihat bagaimana perkembangan pembangunan regional, (pemerintah) jangan hanya melihat dan terpaku pada angka-angka PDRB saja,” kata Guru Besar Cornel Universty AS dan FEB Universitas Indonesia, Prof Dr Iwan Jaya Aziz, usai seminar Pembangunan Regional Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, di Banda Aceh, Senin (19/9).

Menurut Iwan, untuk melihat bagaimana kemajuan dan perkembangan ekonomi di daerah harus dilihat secara langsung ke daerah-daerah. Harus dilihat secara real dan konkrit bagaimana kondisi di lapangan.

“Jangan terpaku pada angka, tapi lihatlah tingkat kesejahteraan masyarakat yang bersangukutan,” kata Aziz.

Ia mencontohkan, untuk melihat hal tersebut bisa dilakukan dengan mencermati dan memantau dari segi kesehatan, pendidikan dan angka kemiskinan di daerah-daearah. Sehingga apa yang ada pada angkat bisa dicocokkan atau dibandingkan.

“Misalnya dari sudut kesehatan. Berapa jumlah kematian ibu waktu melahirkan? Lalu kesehatan bayi yang dilahirkan atau tingkat gizi (bagaimana)? Lalu dari sudut pendidikan, berapa banyak yang tidak sekolah dan dari angka kemiskinan juga bisa dilihat,” sebutnya.

Aziz melanjutkan, pemerintah jangan hanya melihat angka saja, karena selama ini masih ada beberapa daerah di Indonesia yang terpakau pada angka untuk menilai kemajuan dan perkembangan ekonomi yang telah dicapai.

“Intinya jangan hanya melihat angka,” tegasnya.

Ia juga menilai saat ini tingkat kemajuan dan pemerataan ekonomi daerah-daerah di Indonesia masih masih kurang baik. Sehingga kemajuan ekonomi secara nasionak berjalan dengan lambat. Namun demikian ia tidak serta merta langsung menyalahkan pemerintah yang berperan sebagai regulator, termasuk masalah ekonomi.

“Saat ini, tingkat kemajuan dan pemerataan perekonomian ekonomi sangat kurang baik. Ini bukan semata salah pemerintah, masyarakat, tapi semua pihak,” imbuhnya.

Ia pun menilai dan berharapa agar semua pihak bisa melihat dengan seksama dan dengan kacamata yang sama atas persoalan ini, agar perekonomian Indonesia baik tingakat regional dan nasional terus membaik.

“Jika semua elemen melihat dengan kacamata yang sama atas (masalah) perekonimian saat ini, pasti akan membaik,” tuturnya. (Murti)

BAGIKAN