AV – Banda Aceh: Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh memastikan formulir model C6 (undangan memilih) sudah dibagikan kepada seluruh pemilih satu hari menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 15 Februari mendatang.

“Sudah didistribusikan kepada KIP kabupaten/kota masing-masing. Kemudian KIP menyerahkan ke PPK (Panitia Pemungutan Kecamatan), PPK menyerahkan ke PPS (Penitia Pemungutan Suara) dan selanjutnya dibagikan kepada pemilih. Terget kita satu hari sebelum hari H, itu sudah sampai di tangan pemilih di masing-masing gampong,” kata Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi di Banda Aceh, Jumat (10/2).

Ridwan menambahkan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah mendistribusikan logistik fomulir model C6 tersebut kepada seluruh KIP masing-masing kabupaten/kota. Ia meminta agar KIP segera diserahkan.

“Segera menyerahkan formulir C6 kepada pemilih,” katanya.

Ia menjelaskan, masyarakat atau pemilih yang sudah terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) jika tidak mendapatkan surat undangan untuk memilih tetap bisa menggunakan hak pilih dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pemilihan. Akan tetapi, para pemilih harus memiliki KTP elektronik atau surat keterangan perekaman e-KTP dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Boleh (bisa) silakan datang ke TPS. Itu kan hanya mengingatkan pemilih. Jadi pemilih yang sudah terdaftar di DPT silakan datang,” tuturnya.

Meskipun demikian, lanjut Ridwan, ia mengharapkan para petugas yang memiliki tugas dan kewajiban akan hal itu agar dapat membagikannya kepada setiap pemilih.

“Formuli C6 itu untuk memudahkan saja. Tapi memang kita mengaharapkan kawan-kawan PPS membagikan kepada seluruh pemilih,” harapnya.

Akan tetapi, tambah dia, bagi masyarakat yang tidak memiliki Nomor Indentitas Kependudukan (NIK) tidak bisa memilih atau menggunakan hak suaranya. Pihaknya tetap melakukan komunikasi dengan KIP masing-masing kabupaten/kota untuk memastikan formulir C6 sudah terbahi.

“Kami akan tetap berkomunikasi untuk memonitoring dan memastikan bahwa surat undangan memilih sudah ada di tangan-tangan para memilih,” imbuhnya.

Sepekan jelan pemilihan, Ridwan, mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan hak suaranya dengan datang ke TPS-TPS yang sudah disediakan oleh penyelenggara. Sehingga angka golongan putih (Golput) pada Pilkada kali ini  bisa dihindari atau sedikit.

“Himbauan kita kepada seluruh masyarakat untuk mendangi TPS pada 15 Februari 2017 untuk menggunakan hak pilih. Memilih calon terbaik sesuai dengan pilihanannya,” terangnya.

Pada 2017 kali ini, Aceh menjadi provinsi dengan jumlah kabupaten/kota terbanyak yang menyelenggarakan Pilkada. Total ada 23 kabupaten/kota yang ada di Aceh, 20 di antaranya serentak melaksanakan pemilihan tingkat II bupati-wakil bupati dan wali kota-wakil wali kota. Selain itu, seluruh daerah di Aceh ikut melaksanakan pemilihan gubernur-wakil gubernur.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan pelaksanaan Pilkada serentak di Indonesia diikuti oleh 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada tersebut terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Ketujuh provinsi tersebut yaitu Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat. (M Ali)

BAGIKAN