AV – Banda Aceh: Cuaca buruk dan angin kencang tak menghalangi petugas pemilu untuk tetap mengirimkan surat suara ke Pulau Aceh. Logistik harus diangkut dengan dua kapal patroli air milik Polisi Perairan dan Udara Polda Aceh menuju Pulau Aceh, pulau terluar yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, Selasa (14/2).

Di wilayah ini, pendistribusian logistik pemilu bukanlah perkara mudah, Menurut Komisioner KIP Aceh, Robby Saputra agar logistik pemilu terdistribusi sampai ke pelosok, komisi independen pemilihan (KIP) Aceh menggunakan kapal Polairud Polda Aceh untuk mengirimkan logistik pemilu.

“Biasanya dikirim dengan kapal nelayan, tapi karena cuaca buruk dan angin kencang, kami gunakan kapal Polairud. Logistik pemilu diangkut dari kantor penghubung kecamatan  Pulau Aceh menuju pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh,” katanya.

Ia menjelaskan, logistik pemilu kemudian dikirim melalui kapal, dengan jarak tempuh dari daratan Ulee Lheu Banda Aceh-menuju pelabuhan Lampunyang, Pulau Aceh membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan bila laut dalam kondisi normal dan cuaca baik.

“Namun bila kondisi cuaca buruk tentunya kapal nelayan ini tidak bisa melintas karena ombak besar, tapi hal itu tak membuat ciut nyali para panitia pemilihan kecamatan (ppk) kecamatan Pulau Aceh, mereka mengarungi laut untuk mengantarkan logistik pilkada. Jadi kami putuskan mengirimkan dengan kapal Patroli Airud Polda Aceh dengan pengawalan polisi,” sebutnya.

Demikian juga untuk daerah lainnya, logistik mulai disalurkan komisi independen pemilihan Aceh.  Robby menyembutkan sejumlah daerah yang jauh dari ibu kota Provinsi Aceh seperti Kabupaten Kepulauan Simeulue, kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Gayo Lues dan sejumlah daerah lainnya masuk daftar daerah yang menjadi fokus.

“Pengiriman sesuai jadwal yang telah ditetapkan dimana Selasa 14 Februari merupakan hari terakhir logistik pilkada harus berada di desa Tempat Pemungutan Suara (TPS). Seluruh logistik akan didistribusikan langsung ke desa-desa tempat TPS berada,” paparnya.

Ia menambahkan, nantinya dari pelabuhan Lampuyang di Pulau Aceh, logistik akan didistribusikan menggunakan sepeda motor ke desa yang sulit terjangkau. Diharapkan logistik sampai sesuai perkiraan agar warga di pulau terluar itu dapat menggunakan hak suaranya.

“Meski kondisi cuaca di perairan aceh sedang berangin kencang, logistik tersebut bisa tiba di tujuan dengan aman sehingga proses pemilihan kepala daerah di aceh bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Pulo Aceh merupakan pulau terluar di kabupaten Aceh  Besar yang berhadapan langsung dengan samudera Hindia, terdapat 17 tempat pemungutan suara yang terbagi dalam 17 desa. Sedangkan jumlah pemilih di Kecamatan Pulau Aceh mencapai 2.993 orang.(Mulya)

BAGIKAN