AV – Banda Aceh:  Sebanyak 14 orang nelayan asal Aceh Timur yang hilang saat melaut di perbatasan Thailand-Indonesia pada Desember 2016 hingga saat ini belum ditemukan dan tidak diketahui keberadaanya.

“Ke-14 nelayan asal Idie, Aceh Timur yang hilang beberapa waktu lalu belum ditemukan hingga sekarang,” kata Wakil Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftachuddin Cut Adek, Banda Aceh, Senin (20/3).

Ia mengatakan, pihakya terus melakukan upaya dan proses pencarian ke-14 orang nelayan tersebut baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengirimkan surat ke otoritas Thailand dan Myanmar untuk miminta bantuan untuk melakukan proses pencarian.

“(Suratnya) sudah dibalas oleh mereka dan memberitahuakan bahwa neyalan kita yang hilang belum ditemukan. Mereka akan membantu dan berusaha mencarinya, selanjutnya akan memberitahu kepada ke KBRI perwakilan,” katanya.

Ia menjelaskan, jika otoritas Thailand dan Myanmar sudah menemukan lokasi atau titik koordinat nelayan yang hilang, maka mereka bersedia untuk membantu dan menurunkan tim untuk proses evakuasi.

“Jika sudah tau lokasi dan objeknya mereka pasti akan mengerahkan tim (evakuasi),” jelasnya.

Dikatakannya, Panglima Laot Aceh juga sudah mengirimkan surat ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk meminta bantuan proses pancarian nelayan Aceh tersebut. Saat ini Kementrian Kelautan dan Perikanan RI sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan KBRI Thailand, Myanmar dan KBRI lainnya.

“Sudah diespon, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan berkoordinasi dengan KBRI-KBRI untuk membantu pencarian,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Miftachuddin, hal ini juga sudah disampaikan kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh agar membantu proses pencarian, supaya para nelayan yang sudah hilang beberapa bulan tersebut segera ditemukan dan berkumpul dengan keluarganya masing-masing.

“Ke Gubernur memang belum, tapi ke DKP sudah. Itu kan sama saja. Selain itu, kita juga sudah berkomunikasi dengan SAR untuk meyebarluarkan informasi ini,” pungkasnya.

Miftachuddin menambahkan, hilangnya ke-14 orang nelayan tersebut karena kapal boat milik mereka mengalami kerusakkan dan diperkirakan dibawa arus masuk diperairan Thailand, India dan Myanmar.

Ketika melaut para nelayan berangkat dari pelabuhan Idie Rayek, Aceh Timur ini menggunakan Kapal Motor (KM) Tetap Rezeki dengan Nomor 346/QQd 9 Gross Ton (GT) milik M Rifa’i dan dinahkodai oleh Jufri Rusli. (M Ali)

Nama-nama nelayan hikang:
1. Jufri Rusli (sebagai nahkoda)
2. Aiyub (sebagai motoris)
3. Saiful Anwar (sebagai ABK)
4. Hamdani (ABK)
5. M. Alfin (ABK)
6. Usman (ABK)
7. Saiful (ABK)
8. Irwansyah (ABK)
9. Zainal (ABK
10. Khairi Basri (ABK)
11. Basri (ABK)
12. Amad (ABK)
13. Saipul (ABK
14. M. Nur (ABK)

BAGIKAN