AV – Banda Aceh: Seringnya terjadi pemadaman listrik sejak beberapa hari terakhir di Aceh mengakibatkan pihak sekolah khawatir dengan kondisi distribusi arus listrik pada saat UNBK berlangsung pekan depan.

Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Banda Aceh, Mukhlis MPD mengatakan, pihaknya khawatir bila proses UNBK terganggu akibat terjadi pemadaman listrik. Bahkan, kondisi tersebut pernah terjadi saat pelaksanaan UNBK SMK beberapa waktu lalu.

“Pelaksanaan UNBK memang sangat tergantung pada kondisi listrik karena bila padam itu fatal. Kemerin saat UNBK SMK menjadi masalah besar, karena padam listrik dan mereka tidak ada persiapan menyediakan gengset,” katanya.

Meski demikian, secara keseluruhan Man Model Banda Aceh telah siap melaksanakan UNBK perdana di sekolah tersebut. Bahkan, para siswa juga sudah menggelar doa bersama agar diberikan kemudahan saat menjalani UNBK.

“Alhamdililah, Man Model sudah siap menjalankan UNBK. Pun demikian, kami telah menyiapkan 100 unit komputer untuk ujian nanti,” sebutnya.

Bahkan, sejumlah sekolah berharap PLN mencarikan solusi atasi pemadaman listrik saat ujian nasional tingkat SMA/MA sederajat yang akan berlangsung pada Senin, 10 April mendatang.

“Persoalan pelaksanaan listrik, semua harus terlibat, selain pihak sekolah, PLN, Bupati bahkan gubernur harus peduli terhadap kelancaran UNBK di Aceh. Karena itu, bupati dan Gubernur harus penduli dan menyampaikan kepada PLN untuk mengoptimalkan pelayanan pada saat UNBK nanti,” jelasnya.

Mukhlis menambahkan, jika arus listrik terhenti sesaat saja. Makan akan berakibat fatal, karena siswa harus mengulang kembali mengisi lembaran soal UNBK. Jadi, menyukseskan UNBK sudah selayaknya menjadi tanggungjawab bersama.

“Jika listrik mati 5 menit saja, maka itu akan kembali nol jawaban anak-anak karena begitu listrim padam tidak akan dapat bekerja. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi MAN Model baru pertama kalinya melaksanakan UNBK,” sebutnya.

Meski demikian, pihak sekolah akan meminta bantuan MTSN Model Banda Aceh untuk mendapatkan aliran listrik melalui genset dan akan digunakan saat ujian nasional nantinya, jika aliran listrik negara padam.

“Kami sudah minta bantu genset MTSN Model untuk aliran listrik. Namun, saat ujicoba kemarin pas kebetulan mati lampu, butuh 2 jam agar arus nornal dan baru dilakukan proses jaringan komputer. Jadi kelancaran arus listrik PLN sangat penting,” pungkasnya.

Salah seorang siswa MAN Model, Siska Karnia Putri mengaku telah siap menghadapi ujian secara online. Meski demikian, kesiapannya tidak dikecewakan padamnya arus listrik karena akan menganggu konsentrasinya mengikuti UNBK.

“Jika saat UNBK mati lampu, maka UNBK yang diprogramkan pemerintan ini tidak akan berjalan secara harapan dan pastinya konsentrasi kami akan terganggu serta berdampak pada kelulusan kami,” katanya.

Berdasarkan data, jumlah peserta SMA yang mengikuti UN 2017 berjumlah 477 sekolah dengan jumlah siswa 41,869 siswa dan SMA yang mengikuti UNBK sebanyak 290 dan UNBP 187 sekolah.

Sementara itu, jumlah sekolah Madrasah Aliyah yang mengikuti UN 228 dengan total siswa 13,918 siswa,  peserta UNBK 107 sekolah dan UNBP 121 sekolah. Ujian tersebut akan berlansung sejak hari Senin, 10 April hingga 13 April mendatang.

BAGIKAN