Hukuman Cambuk Dilaksanakan di Taman Kota

0

AV-Banda Aceh: Tiga pasangan mesum dicambuk di depan umum setelah dinyatakan terbukti melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Keenam pelanggar syariat Islam tersebut untuk pertama kalinya dieksekusi di luar pekarangan masjid. Eksekusi hukuman cambuk kepada tiga pasangan mesum ini digelar di Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh, Kamis (19/9/2019).

Tidak seperti biasanya yang ramai disaksikan warga, pelaksanaan hukuman cambuk ini hanya disaksikan segelintir masyarakat.

Para pelanggar syariat Islam ini, masing-masing menjalani 20 hingga 22 kali cambukan.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan, pemindahan lokasi cambuk yang biasanya dilaksanakan di halaman masjid atau meunasah sudah sesuai Qanun atau peraturan daerah.

Amin juga menyebutkan, hukuman cambuk tidak akan mengganggu kunjungan wisatawan ke Aceh. Menurutnya, Pemerintah Banda Aceh terus memberikan penjelasan kepada para wisatawan alasan pelaksanaaan hukuman cambuk .

Sebagai daerah otonomi khusus, Provinsi Aceh sejak tahun 2003 telah menerapkan hukum Islam bagi pelanggar yang meliputi perjudian, minuman keras, perzinahan dan mesum. Namun, hukuman cambuk perdana saat itu dilaksanakan pada tahun 2005 di Kabupaten Bireuen. (MUL)

BAGIKAN