Polda Aceh Sita Uang Rp 2,3 Miliar Hasil Korupsi Alat Pembasmi Hama Kopi

0

AV-Banda Aceh: Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh mengungkap kasus dugaan korupsi bantuan alat pembasmi hama kopi pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah.

Empat tersangka korupsi itu antara lain AR, kuasa pengguna anggaran yang juga mantan Kadis Kehutanan dan Perkebunan Bener Meriah,  T, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah , MU, rekanan dan TJ, rekanan penerima subkontrak pekerjaan.

Dari empat tersangka, polisi mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 2 miliar dan dua setifikat tanah senilai Rp 2 miliar lebih.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono, mengatakan, program bantuan alat pembasmi hama kopi pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah itu bersumber dari APBN tahun 2015 sebesar Rp 48 miliar, Rabu (9/10/2019).

Menurut Ery, tersangka melakukan tindak pidana korupsi dengan cara menggelembungkan harga alat dan cairan pembasmi hama kopi hingga dua kali lipat, sehingga negara mengalami kerugian hingga Rp 16 miliar lebih.

Kini  keempat tersangka telah ditahan di Kejaksaan Negeri Bener Meriah. Sementara, semua berkas penyelidikan sudah selesai dan segera akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bener Meriah. (MUL)

BAGIKAN