Air Sumur dan Embung Mengering, Warga Aceh Besar Kesulitan Air Bersih

0

AV-Aceh Besar: Warga di Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh sejak 6 bulan terakhir kesulitan air bersih akibat kemarau panjang.

Warga terpaksa mengambil air bersih di sumur yang jauh dari perkampungan akibat sumur di rumah mereka mengering.

Setiap hari warga mengangkut air bersih dengan  sepeda motor untuk kebutuhan air bersih rumah tangga.

Selain air sumur, air di Embung Lambadeuek yang terletak  tidak jauh dari permukiman penduduk juga mulai mengering.

Menurut  Kepala Desa  Lambaro Neujib, Muhammad Jamal, kekeringan telah terjadi sejak  Juli 2019. Debit air di embung juga terus menyusut.

“Setiap hari warga mengambil air di sumur ini. Karena sumur di rumah sudah kering,” sebutnya.

Kekeringan juga mengakibatkan petani di wilayah ini tidak bisa menggarap lahan sawah dan kebun. Sebagian warga harus beralih profesi sebagai  nelayan maupun buruh bangunan.

Sejauh ini belum ada perhatian pemerintah. Warga berharap pemerintah daerah menyediakan air PDAM untuk kebutuhan air minum.

Dampak kekeringan di Aceh Besar telah menyebabkan  1.593 hektar areal persawahan rusak dan terancam gagal panen.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, wilayah Aceh akan memasuki musim kemarau hingga Agustus 2020. (Mul)

Berita Lain:

BAGIKAN