Ritual Mengusir Harimau

0

AV-Subulussalam: Sejumlah jejak kaki harimau ditemukan warga di pedalaman Desa Singgersing Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Penemuan itu, langsung ditindaklanjuti ke tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Usai menemukan jejak satwa liar itu, Tim BKSDA bersama pawang harimau dan petugas Wildlife Conservation Society (WCS) langsung menuju ke lokasi yang kerap digunakan warga setempat sebagai jalur ke kebun.

Acehvideo berkesempatan, mengikuti ritual pengusiran harimau dan doa bersama di sekitar lokasi. Pawang harimau, Carwani Sabi, melakukan ritual pengusiran harimau.

Mulanya ia membakar kemenyan dan menanam batang pohon asam kecombrang.  Dalam penanam itu, Pawang Carwani membuat perjanjian dengan sang Harimau, agar tidak menganggu kebun dan masyarakat yang beraktifitas di sana.

Selanjutnya, Pawang Carwani memimpin doa dan diikuti semua warga yang hadir. Menurutnya, prosesi itu diyakini bisa tersampaikan kepada harimau yang berkeliaran di sana. Biasanya, harimau itu akan menjauh dan mencari lokasi pemburuan lain.

Dari hasil pendataan USAID Indonesia dalam proyek USAID Lestari menyebutkan sejak 2008 hingga Juni 2019 terdapat 281 kejadian konflik manusia dengan harimau. Sedangkan pada periode 2014 sampai Juni 2019, tercatat 198 kejadian konflik manusia dengan gajah, dan 60 kejadian konflik manusia dengan orangutan. (FD)

BAGIKAN