Aceh Titik Nol Peradaban Islam di Nusantara

0
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra mengisi seminar nasional Aceh pusat peradaban Islam terawal di Asia Tenggara, di Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Senin (7/2). Seminar merupakan rangkaian Kenduri Kebangsaan 2020 yang akan digelar di Kabupaten Bireuen, 22 Februari mendatang.(Foto Dok Kenduri Kebangsaan 2020)

AV-Banda Aceh: Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra mengatakan Aceh sebagai pusat peradaban Islam tertua di Asia Tenggara. Hal tersebut dapat dibuktikan secara akademis. Bahkan banyak bukti sejarah seperti adanya kesultanan Aceh, naskah kono, benda-benda peninggalan sejarah dan lahirnya ulama-ulama besar dari Aceh.

“Barus (Tapanuli Tengah)  titik nol pusat beradaban Islam adalah peryataan politis, bukan peryataan secara akademik. Seperti yang saya katakan, sejarah itu ditulis atau diteliti untuk beberapa kepentingan, salah satunya kepentingan politis. Secara akademis, peryataan Barus adalah titik nol belum bisa dibuktikan,”  katanya dalam seminar nasional yang mengangkat tema, Aceh pusat peradaban Islam terawal di Asia Tenggara, di Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry,  Banda Aceh, Senin (17 /2).

Menurut Azyumardi Azra, penyebaran Islam di Aceh telah berlangsung sejak abad ke 12 oleh ulama-ulama sufi sehingga budaya Islam dalam masyarakat Aceh telah tertanam dalam budaya lokal masyarakat. Selain itu, Aceh juga menjadi pusat penyebaran Islam karena posisinya yang strategis dalam bidang perdagangan dan maritim.

“Pada abad ke 16 Aceh telah berhubungan dengan masyarakatIslam secara global seperti  Mekah dan Madinah,” sebutnya

Seminar nasional yang mengangkat tema, Aceh pusat peradaban Islam terawal di Asia Tenggara, merupakan rangkaian kegiatan Kenduri Kebangsaan 2020 yang akan berlangsung pada 22 Februari mendatang di Kabupaten Bireuen.

Kenduri Kebangsaan juga akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan sejumlah menteri kabinetnya.  Seminar ini juga isi oleh Arkeolog independen dan peneliti situs-situs sejarah di Sumatera E.Edwards McKinnon dan Guru Besar UIN Ar Raniry Misri A.Muchlisin. (Mul)

BAGIKAN