Satu Bayi Orangutan Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

0

AV – Jakarta: Ada kabar bahagia datang dari Suaka Margasatwa Lamandau, Kalimantan Tengah. Individu baru Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) telah lahir dari induk bernama Pauline dan jantan bernama Carlos. Individu orangutan ini berjenis kelamin jantan dan diberi nama Pancaran oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka mengatakan pancaran merupakan anak pertama Pauline dan juga bayi orangutan pertama yang lahir di tahun ini di SM Lamandau.

Kelahiran bayi dari orangutan Pauline adalah kabar bahagia bagi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan organisasi masyarakat, Orangutan Foundation-UK (OF-UK) Indonesia.

Baca Juga: Orangutan yang Diberondong 74 Peluru Senapan Angin Membaik

“Orangutan Pauline datang ke Camp Pelepasliaran dan Pemantauan Gemini di SM Lamandau dengan menggendong bayinya yang saat itu diperkirakan berusia 1-2 minggu,” kata Handi dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020).

Dia menjelaskan, petugas camp yang melakukan pengamatan melihat Pauline terlihat sedang makan daun muda sambil beristirahat di pohon yang ada dibelakang camp dengan menggendong bayi kecilnya, ketika hujan mengguyur area Camp Gemini. Pengamatan pada saat itu, menunjukkan anak orangutan dan induknya terlihat sehat.

“Pauline merupakan orangutan yang lahir di Camp Siswoyo pada tahun 2007 dari induknya yang bernama Paula. Pauline mulai sering terlihat di sekitar Camp Gemini setahun belakangan ini. Sedangkan pejantannya, Carlos merupakan orangutan liar yang hidup di SM Lamandau dan sering datang ke area Camp Gemini sejak tahun 2019,” terang Handi.

Baca Juga: Selamatkan ‘HOPE’ Orangutan yang Diperondong 74 Peluru

Handi menambahkan, kabar kelahiran orangutan ini merupakan kejutan yang membahagiakan di tengah pandemi Covid-19. Kelahiran satu individu orangutan tersebut merupakan bukti bahwa SM Lamandau mampu mendukung kehidupan orangutan di habitat alaminya.

“Ini juga menjadi pertanda bahwa perlindungan kawasan SM Lamandau sangat baik, sehingga menjadi habitat yang nyaman untuk orangutan dan satwa liar lainnya,” paparnya.

Namun Handi menyebut bahwa kelahiran orangutan Pancaran bukanlah satu-satunya kabar baik yang datang dari SM Lamandau yang juga sebagai salah satu lokasi pelepasliaran orangutan di Kalimantan Tengah. Saat ini, terpantau 4 individu orangutan betina dewasa liar yang sedang hamil, terdiri dari orangutan Labety dan Suwita di area Camp Rasak serta orangutan Queen dan Betli diarea Camp Buluh.

Baca Juga: Belasan Opsetan Satwa Dimusnahkan

Pada kurun waktu 5 tahun terakhir ini sebanyak 15 ( individu orangutan lahir di SM Lamandau, terdiri dari 2 individu di Camp Rasak, 5 individu di Camp Gemini, 2 individu di Camp JL, 2 individu di Camp Buluh dan 4 individu di Camp Siswoyo.

Berdasarkan data BKSDA setempat, sejak tahun 2019 terdapat 66 individu orangutan yang terpantau di seluruh area camp, terdiri dari 39 orangutan reintroduksi, 11 individu orangutan program soft-release (telah dilepasliarkan satu individu), 4 individu orangutan yang sering datang di sekitar camp ada, dan 12 individu orangutan liar.

BKSDA Kalimantan Tengah bersama dengan OF-UK Indonesia akan selalu mengawasi dan memperhatikan kesehatan orangutan yang ada di SM Lamandau, terutama orangutan yang terpantau hamil. Hal ini dilakukan agar orangutan selalu terjaga kesehatannya sehingga dapat melahirkan anak yang sehat.

Baca Juga: [Video] Ritual Mengusir Harimau

“Kelahiran orangutan dan perkembangbiakan yang bagus menandakan bahwa SM Lamandau merupakan kawasan konservasi yang mempunyai daya dukung yang baik untuk mendukung hidupan liar orangutan dan satwa lainnya dihabitat aslinya,” pungkasnya. (AM)

BAGIKAN