Aceh Waspada Banjir dan Banjir Bandang

AV-Singkil: Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi di wilayah Aceh hingga Rabu (19/5) pukul 07.00 WIB.

Adapun dalam hal ini, BMKG telah menyatakan status ‘waspada’ bagi wilayah Aceh terkait adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir hingga banjir bandang yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Selain Aceh, BMKG juga merilis status ‘waspada’ bencana banjir dan banjir bandang untuk masing-masing wilayah meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Banjir Capai 3 Meter Kepung 17 Desa di Aceh Singkil

Kemudian Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat.

Adapun informasi Prakiraan Berbasis Dampak BMKG tersebut dapat diakses melalui link https://signature.bmkg.go.id

Indeks Risiko Bencana Banjir dan Banjir Bandang Kabupaten Aceh Singkil

Berdasarkan indeks kajian risiko bencana yang dipantau dari InaRisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah Kabupaten Aceh Singkil memiliki risiko banjir dan banjir bandang dalam kategori sedang hingga tinggi.

Baca Juga: Menteri Tjahjo: ASN Nekat Mudik Diberikan Sanksi

Data InaRisk menunjukkan ada 9 kecamatan yang berisiko terpapar banjir dengan cakupan luas wilayah hingga 13.513 hektar dengan jumlah penduduk yang berpotensi terdampak sebanyak 38.818 jiwa.

Selanjutnya untuk indeksi data banjir bandang, ada sebanyak 7 kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil dengan total luas risiko meliputi 4.517 hektar dan jumlah pendududk yang berpotensi terdampak hingga 6.204 jiwa.

Dengan melihat data prakiraan cuaca BMKG dan indeks risiko bencana dari InaRisk, maka BNPB mengimbau seluruh pemangku kebijakan di daerah baik tingkat Gubernur hingga RT dan RW serta masyarakat untuk waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Dalam hal ini, diharapkan masyarakat secara mandiri juga dapat mengakses informasi peringatan dini cuaca dan indeks kajian risiko hingga tingkat kecamatan melalui aplikasi InfoBMKG dan inarisk.bnpb.go.id. (FD)

Berita Lain: