Korban Corona di Aceh Bertambah, Semua Harus Bersatu Hadang Sumber Penularan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani.

AV-Banda Aceh: Korban virus corona makin banyak di Aceh. Kasus baru bertambah lagi 293 orang, tujuh orang pasien dilaporkan meninggal dunia, dalam 24 jam terakhir. Semua pihak harus lebih aktif menghadang virus corona dari sumber penularannya.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh, Sabtu, 29/5/2021, malam.

“Kita mesti hadang virus corona dari sumber penularannya untuk mencegah jatuh korban berikutnya,” ujarnya.

Baca juga: Semua Pihak Harus Dukung Kebijakan Pemerintah Aceh Cegah Lonjakan Corona

Menurut Saifullah, untuk meningkatkan kewaspadaan pada massa Pandemi Covid-19 ini, setiap individu patut diduga diam-diam membawa virus corona (silent crrier corona). Carrier adalah orang yang sudah terinfeksi virus corona namun tidak disadarinya karena tidak menunjukkan gejala penyakit.

Virus corona bersemayam di dalam organ pernafasan utama pembawanya dan ia muncrat keluar tubuh bersama cairan (droplet) mulut dan hidung saat ia berbicara, batuk , atau bersinnya. Permukaan benda dan peralatan yang tercemar droplet pembawa virus itu menjadi infeksius, dan menjadi media perantara Covid-19 bagi orang lain yang menyentuhnya, urainya.

Karena itu, lanjutnya, semua orang dianjurkan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan mempersingkat durasi interaksi dengan orang lain. Protokol kesehatan itu untuk menghadang virus corona yang terdapat di dalam droplet sang carrier, agar tidak dapat menjangkau orang sehat, calon korban berikutnya.

Baca juga: Video: Terjaring Operasi Yustisi, Pengunjung Warkop di Langsa Jalani Rapid Test Antigen

Selain menjalankan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten, penyebaran virus corona dalam masyarakat dapat dihadang melalui kesadaran individual. Setiap individu wajib melindungi individu lain dan masyarakat di sekitarnya.

Kesadaran individu melindungi orang lain sangat efektif menghadang penyebaran virus corona. Setiap orang yang mengalami gejala demam, batuk kering, hilang rasa dan bau, atau sulit bernafas, segera ke Puskesmas terdekat, dan langsung melakukan isolasi mandiri sesuai prosedur dan anjuran tenaga kesehatan.

Saifullah menghimbau semua pihak agar tidak permisif terhadap orang-orang yang menunjukkan gejala Covid-19, tapi masih berkeliaran di tengah-tengah masyarakat. Pembawa virus yang tidak mengindahkan keselamatan orang lain itu mesti mendapat tindakan persuasif dari Satgas Penanganan Covid-19 gampong.

Baca juga: Gubernur akan Sanksi Bupati/Walikota di Aceh yang Abai Tangani Covid-19

“Semua harus bergerak dan proaktif mengalahkan virus corona supaya tidak makin leluasa menyebar dan menelan korban baru berikutnya,” tegasnya.

Hingga 29 Mei 2021, korban positif Covid mencapai 14.631 kasus/orang. Penderita yang sedang dirawat 2.532 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 578 orang.

“Angka tersebut termasuk penambahan kasus konfirmasi baru 293 orang dalam 24 jam terakhir, dan tujuh orang meninggal dunia,” tuturnya. (*/HS)

Berita Lain: