Sembilan Warung di Aceh Tamiang Ludes Terbakar, Korban Kecewa Pemadaman Tidak Maksimal

Sembilan warung di Simpang Tugu Opak, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang terbakar, Rabu dini hari (23/6/2021). Foto: Mahyuddin

AV-Aceh Tamiang: Sebanyak sembilan unit warung di kawasan padat penduduk di Desa Upah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Rabu dini hari (23/6/2021), ludes terbakar.

Kebaran yang terjadi sekitar pukul 00.50 WIB diduga api berasal dari salah satu satu warung yang bedekatan dengan jalan raya Medan-Banda Aceh. Api terus menjalar hingga menghanguskan sembilan warung lainnya yang berada disekitar.

Sejumlah armada pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Tamiang dan Pertamina dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Petugas pemadam dibantu warga bahu membahu turut memadamkan api. Namun, karena kendala teknis dan keterbatasan armada, api baru bisa dipadamkan tiga jam kemudian.

Sejumlah pemilik warung tidak dapat menyelamatkan harta benda mereka.  Warga hanya mampu menyelamatkan diri dan keluarganya saat api membakar sembilan kios berkonstruksi semi permanen tersebut.

Korban kebakaran, Jhon Asmara, mengaku kecewa dengan kinerja petugas pemadam kebakaran yang tidak dapat memadamkan api secara maksimal karena terjadinya kerusakan pada peralatan kerja mereka.

“Awalnya saya merasa senang saat petugas datang untuk memadamkan api yang baru membakar salah satu kios. Namun, baru beberapa menit petugas menyiram, air sudah habis. Belum lagi petugas damkar datang terlambat 30 menit. Padahal jarak pos pambantu dan lokasi kebakaran hanya seratus meter saja. Petugas juga beralasan ada kendala teknis pada alat kerja mereka. Sehingga api terus menjalar hingga membakar sembilan kios lain,” keluh warga.

Warga berharap, kedepan petugas pemadam kebakaran selalu siap dan sigap saat menghadapi bencana kebakaran di wilayah tersebut, sehingga kerugian dapat diminimalisir.

“Semoga kedepan tidak terjadi lagi pada warga lain,” harapnya.

Menanggapi keluhan korban kebakaran., Kepala BPBD Aceh Tamiang, Sahri, mengaku, pihaknya telah bekerja semaksimal mungkin untuk memadamkan api. Namun, api sangat cepat menjalar dan baru bisa dipadamkan setelah beberapa jam kemudian.

“Kita memaklumi kekecewaan warga. Hal ini tentu dikarenakan banyaknya kerugian yang dialami warga akibat kebakaran tersebut,” sebutnya.

Saat ini sejumlah korban kebakaran mengungsi ke rumah kerabat. Sementara beberapa korban kebakaran bersama warga lainnya telah mendirikan posko darurat yang digunakan untuk beristirahat dan mengumpulkan barang-barang yang masih tersisa. (MC)

Berita Lain: