Pemerintah Waspadai Kekerasan Seksual terhadap Anak Meningkat

Kekerasan terhadap anak di Indonesia meningkat. Oleh karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mewaspadainya dengan undang-undang dasar No 1 2016 guna memperketat dan menitikberatkan lagi hukuman bagi pelaku. (Foto: acehvideo/Ferdian)

AV – Banda Aceh: Kekerasan terhadap anak di Indonesia meningkat. Oleh karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mewaspadainya dengan undang-undang dasar No 1 2016 guna memperketat dan menitikberatkan lagi hukuman bagi pelaku.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA), Yohana Yembise mengatakan yang jelas negara sesuai dalam Pasal 28B ayat (2) Undang- Undang Dasar 1945 melindungi anak-anak dan tumbuh kembang mereka, bila terjadi hal seperti ini menjadi tanggungjawab negara.

“Ekploitasi terhadap anak apalagi anak hilang menjadi tanggung jawab kami. Bahkan, pelaku kekerasan dan kejahatan anak akan dijerat dengan denga pidana mati, seumur hidup dan hukuman kebiri,” katanya di Banda Aceh, Sabtu (5/11)

Pihaknya belum mendapatkan laporan terkait peningkatan anak hilang di Indonesia. Meskipun begitu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tetap memberikan perhatian khusus.

“Kepala pemberdayaan propinsi sampai ke kabupaten/kota hingga jaringan desa telah melakukan perlindungan anak berbasis masyarakat. Siapapun yang mengalami anak hilang harus melaporkan ke pusat pelayanan perempuan dan anak,” sebutnya.

Yohana juga menyakinkan bahwa keberadaan satgas PP PA telah ada dimana-mana. Bahkan tersebar seluruh Indonesia. Kehadiran mereka guna memberikan rasa aman dan nyaman di kalangan masyarakat.

“Kehadiran mereka supaya bisa mendeteksi bila ada ekploitasi dan kekerasan terhadap anak secara dini. Apalagi ini bisa juga mengantisipasi kasus anak hilang,” pungkasnya. (FD)