Syech Fadhil Minta Kekhususan Aceh Soal Haji dan Umrah Diperhatikan

AV-Jakarta: Senator DPD RI asal Aceh, M Fadhil Rahmi atau akrab disapa Syech Fadhil kembali singgung soal langkah Aceh untuk mengajukan permohonan penambahan kuota haji ke pihak Arab Saudi.

Kebijakan ini dinilai selaras dengan kekhususan yang dimiliki Aceh sesuai Undang-Undang 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh.

Hal ini dinilai dapat memangkas daftar antrian tunggu keberangkatan haji asal Aceh. Pasalnya, selama ini daftar tunggu haji di Aceh capai 36 tahun lebih.

“Ini kekhususan yang dimiliki Aceh,” kata syech Fadhil dalam pertemuan dengan ASPHURI di salah satu hotel di kawasan Cengkareng, Jakarta, Senin (20/6).

Acara tersebut sekaligus pelepasan jamaah haji plus yg di kelola oleh ASPHURI. Syech Fadhil juga mengapresiasi pergerakan Asosiasi Silaturrahmi Penyelenggara Haji Umrah Azhary Republik Indonesia (ASPHURI) dalam memberikan pelayanan terbaik pada jamaah.

Dalam pertemuan tersebut, Syech Fadhil juga sempat menyitir slogan Arab “Khidmatul Hujjaj Syarafun Lana” yang artinya, ‘melayani jamaah haji adalah kehormatan bagi kami”

Slogan ini dipakai oleh para pelayan tamu Allah Swt di zaman Raja Fahd di Saudi Arabia dan sampai sekarang masih berlaku.

Alasannya, lanjut sahabat UAS ini, dirinya bangga dengan pergerakan kawan-kawan alumni Alazhar yang mau menginisiasi persatuan para penyelenggara haji umrah Azhary atau dari para alumni AlAzhar Mesir.

Syech Fadhil juga menyatakan DPD siap bekerjasama dengan asosiasi untuk mengusung perubahan perundang-undangan untuk perbaikan pelayanan dan kebaikan kepada para jamaah haji.

“Salah satu contoh, langkah khusus Aceh yang bisa mengajukan penambahan quota haji kepada pihak Saudi sesuai dgn isi Qanun Aceh 5 thn 2020 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Haji dan Umrah. Semoga mampu di implementasikan oleh Eksekutif,” pungkasnya. (*)

Berita Lain: